Latar Belakang

Keberadaan Rumah Pintar (rumpin) yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah secara keseluruhan sebanyak 514 sampai akhir tahun 2014, merupakan asset masyarakat dan bangsa yang sangat potensial. Aset ini dibangun dan dikembangkan selama kurang lebih 9 tahun masa pemerintahan SBY, oleh Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu atas prakarsa Ibu Ani Yudhoyono.

Selama periode 9 Tahun membangun rumah pintar, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, telah mengakui rumpin sebagai satuan pendidikan nonformal, dan resmi untuk melakukan program-program pendidikan nonformal bagi masyarakat. Namun dukungan tersebut perlu dipertahankan dan disinergikan melalui kemitraan yang bisa menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan pengelola rumah pintar, dan antara, pemerintah, pengelola rumah pintar dan organisasi/lembaga/perkumpulan yang menaunginya secara nasional.

Keberadaan perkumpulan pengelola rumah pintar nasional akan menjadi mitra strategis pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yaitu Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Begitupun ditingkat wilayah akan menjadi mitra strategis baik di tingkat provinsi menjadi kitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dan nantinya ditingkat Kabupaten/Kota akan menjadi mitra Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Kedua, keberadaan perkumpulan pengelola rumah pintar nasional diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan dan inovasi program rumah pintar yang nantinya bisa menginspirasi seluruh pengelola rumah pintar melalui kontak informasi melalui media komunikasi internet (website), sehingga seluruh rumah pintar bisa melakukan perbaikan-perbaikan program yang mereka jalankan.

Ketiga, keberadaan perkumpulan dapat menjadi pusat pelatihan/training/magang bagi rumpin-rumpin baru atau rumpin-rumpin lama yang ingin mengupgrade sumber dayanya dalam melakukan perbaikan-perbaikan peningkatan mutu rumah pintarnya.

Inilah beberapa alasan mengapa keberadaan perkumpulan pengelola rumah pintar nasional menjadi penting dengan telah hadirnya 500 lebih rumah pintar di Indonesia dalam mendidik, dan mencerdaskan bangsa Indonesia.

p2rpn-3